Entri Populer

Jumat, 24 Juni 2011

PERAN SERTA PENDIDIKAN, ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS KEPEMUDAAN

Layaklah jika kita mengorelasikan antara sebuah Negara dengan Pemuda Negara tersebut. Karena Bukan hanya Indonesia, seperti Negara-Negara Amerika Selatan Argentina, Chili, Kolombia, dan Di Asia Terdapat Thailand, Vietnam dan Filiphina yang pernah merasakan Kehebatan The Young Power Negara Masing-masing dalam segi perubahan yang fundamental terhadap ke eksistensian Bangsa.
Tak tertampikan oleh Bangsa kita sendiri, bahwa kaum mudalah yang selalu menghiasi pergolakan sejarah dengan alur yang silih berganti. Dengan Spirit Idealism yang datang dari Pionner Muda ini, mampu melahirkan perubahan-perubahan yang heroic dan Manifesto.
Namun Sejak runtuhnya Orde Baru Pada Mei 1998 silam, nampaknya Spirit Idealism pemuda pun ikut hilang dari atmosfer Negeri ini.
Apakah karena seiring berkembangnya Zaman dan masuknya arus Globalisasi yang Sporadis?, Sehingga Spirit Idealism yang selalu di elu-elu kan se dari dahulu Zaman Kerajaan itu berganti menjadi Spirit Hedonism?.
Ini sangat terbukti dengan sikap-sikap Apatisnya Pemuda kita terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di Negeri ini. Sikap Kritis yang dahulu selalu tercium di darah Muda Bangsa ini, sekarang sepertinya tak tercium kembali.
Kemudian Hilangnya Rasa persatuan, dan kesatuan di diri para punggawa muda kita yang tertuang di Sumpah Pemuda yang sangat sakral yaitu Bertanah Air Satu, Berbangsa Satu, Dan Berbahasa Satu pun hilang terkikis oleh derasnya gelombang kemajuan Zaman.
Ini terlihat dengan banyaknya kita melihat penayangan-penayangan di Televisi tentang Tawuran, Perkelahian, Narkoba, tindak Asusila yang menempel erat di diri kaum Muda Penerus Bangsa Ini. Artinya inilah bukti yang merujuk bahwa terdegradasinya Moral Pionner Muda kita.
Tak layak Memang jika kita hanya menyalahkan derasnya arus Globalisasi Modernisasi dalam hal ini. Lantas Siapa yang harus bertanggung jawab atas terdegradasinya Moral anak Bangsa ini?
Untuk hal ini adalah pihak Orang tua dan Dunia Pendidikan kita yang harus pertama kali mengintropeksi diri mengapa?
  1. Dunia Pendidikan kita saat ini kurang efektif memberikan pelajaran Etika, Moral, Akhlak terhadap peserta didiknya. Terlihat dari beberapa kalinya Dunia Pendidikan kita Merevolusi Mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila ( PMP ), yang kemudian dig anti dengan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan ( PpKN ), yang didalamnya mengajarkan Bagaimana Menjadi Waraga Negara yang Baik, menurut Pancasila yang menjadi dasar Negara ini, Bukan menurut Rasa Kemanusiaan Lahiriah dan Bathiniah. Setelah itu beberapa tahun kemudian Di gantilah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PpKN ) menjadi Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PkN ) Dengan Asumsi bagaimana caranya menjadikan peserta didiknya menjadi warganegara yang baik yang taat pada peraturan pemerintah, Tapi tak di didik bagaimana menjadi Seorang warganegara Yang baik dan Bermoral tinggi hingga memiliki rasa Nasionalisme dan Patriotisme di jiwa masing-masing Peserta didik. Bukankah tertuang di dalam UU Pendidikan bahwa setiap Institusi Pendidikan Wajib memberikan Pelajaran Etika, Moralitas. Dan inilah ketika Pesan Moralitas dari Dunia Pendidikan kita tidak tersampaikan kepada peserta didik dengan tepat , wajar jika selama ini kita melihat kecendrungan peserta didik yang enggan dan malas akn mengenyam dunia pendidikan dan melakukan hal-hal yang melanggar Norma yang ada.
  2. Kemudian Adalah adanya peranan Orang tua, Peranan Orang tua sangat menentukan terhadap pembentukan karakteristik Moral Pemuda kita. Karena Tugas Pokok dan Fungsi ( Tufoksi ) orang tua selain menjamin kehidupan sang anak dan pendidikan san anak adalah, memberikan Pengarahan, Pengawasan terhadap segala hal yang dilakukan oleh sang anaknya. Dari segi pergaulan, tempat bermain, dan hobi, sebagai orang tua harus mengetahui. Karena selama ini yang terjadi adalah kenakalan remaja didasari tidak adanya control dari orang tua. Terutama terhadap orang tua yang memiliki jam kesibukan diluar dengan karirnya, Porsi untuk anak melakukan suatu tindakan yang menyimpang dari etika moral, sangat besar. Ini dapat kita temukan dikota-kota besar, yang masing-masing orang memiliki jam kesibukan yang tinggi dan menuntut kita menjadi manusia yang individualitas. Karena Sejatinya kasih saying, perhatian orang tua terhadap anak dapat menentukan moral anak tersebut. Maka dari itu Harus adanya perhatian dari pihak orang tua, untuk membentengi anak melakukan hal-hal yang melanggar etika moral baik Hukum Negara dan agama.

Apalagi dengan keadaan Bangsa yang tengah mengalami pasang surut Krisis baik  Krisis Ekonomi, Politik, Budaya, Moral bahkan adanya Perseteruan di Internal Bangsa Kita sendiri.
Ini sangat membutuhkan suatu Sentuhan Tangan Dingin dari para The young Power, dengan sikap kritis, spirit Idealism, dari darah Pemuda untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan demi persoalan yang terjadi di tanah air ini.
Tetapi bukan dengan sikap yang pragmatisdan tidak mau susah atau Hedonisme pemuda. Karena permasalahan ini telah menjadi akar yang besar nan kuat, sehingga dibutuhkan semangat persatuan, kesatuan, yang dengan kepala dingin mampu merubah suatu keadaan Bangsa yang sedang semrawut ini.
Layaklah jika kita memikirkan apa yang dahulu Bung Karno pernah katakan pada saat berpidato “ Berikan aku Dua puluh Pemuda maka aku akan Merubah Negeri ini!”. Itulah artinya bahwa Peran Pemuda sangat dibutuhkan karena menentukan suatu perubahan Bangsa Ini.
Tapi sudah Barang tentu ini pun tanggung jawab Semua bukan hanya pemuda, seperti Orang Tua, Pemerintah ( Pendidikan ), pun dapat memberikan contoh apa dan bagaimana yang harus ditiru oleh pemuda?. Karena secara Psikologis Setiap orang selalu menyontoh perilaku orang terdekatnya atau yang ia kagumi ( Frame Of References ), maka dari itu orang tua harus menjadi orang yang dapat dikagumi oleh masing-masing anaknya. Kemudian Baik Orang Tua di rumah Maupun Di dunia Pendidikan atau disekolah ( guru ), harus memberikan pelajaran tentang etika, moral baik Moral Keagamaan maupun moral Kepancasilaan.
Dengan begitu Pemuda kita atau The Agent of Change Negeri ini akan terbentuk Moralitas yang tinggi dengan sendirinya Rasa Nasionalisme, Patriotisme yang menjadi Budaya Pemuda Bangsa ini akan terus terjaga hingga anak cucu kita nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar