Entri Populer

Kamis, 30 Juni 2011

Runtuhnya Tembok terakhir

Sepanjang perjalanan mata tak lepas,
dari pemandangan yang terbentuk, dari bongkahan asa demi hidup esok hari.
Ribuan wajah menampakkan dirinya sesuai karakter yang diperankan

Disparitas kualita menjadi titik penentu sepeti apa wajah itu
Sementara lukisan terpampang sebagai hiasan dinding kemawahan
alam jagat. Menawarkan kehidupan mewah yang dilihat ribuan orang yang sedang kelaparan.
Ribuan anak indonesia dipaksa belajar dari sebuah pengalaman.
pengalaman berdiri dipanas terik matahari untuk membantu mencari nafkah keluarga.
Pendidikan hanya dapat mereka rasakan kala televisi menawarkan pendidikan berkualitas, bertaraf internasional.]

Namun maaf " bukan untuk anak miskin"
Seperti ini ternyata keadilan negeri ini.
Ini yang dimaksud oleh leluhur bangsa?
Bahwa pendidikan dan kesejahteraan bukan milik kaum miskin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar