Tak tahu siapa sutradaranya, Yang pasti Seluruh stasiun Televisi saat ini sedang diramaikan dengan gejolak panggung konflik antara KPK dan POLRI.
Tontonan permasalahan ini sampai-sampai mengalahkan anemo penonton akan Sinetron-sinetron yang selalu menghiasi layar kaca masyarakat sehari-hari.
Mengapa?, karena masyarakat dibuat Gemas, Cemas dan penasaran siapa yang salah dan benar dalam tontonan panggung Pemerintahan. Layaknya kacamata Masyarakat menonton Film Sinetron seperti Cinta Fitri, yang selalu dihinggapi rasa Gemas, Cemas, dan Penasaran bahkan terkadang keluar terlontar kata-kata makian dari masyarakat awam apa bila sang tokoh utama terdzolimi. Dan aktor utama dalam Sinetron Antara Aku dan Dia versi KPK dan POLRI adalah Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah.
Hanya yang membedakannya adalah jika Sinetron seperti Cinta Fitri dan Lainnya adalah buah karya cipta dari panggung Hiburan dengan tujuan memberikan tontonan yang menghibur kepada masyarakat dan kemudian masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap siapa yang berperan sebagai tokoh yang Baik (Prontagonis), dan tokoh yang Jahat ( Antagonis ). Tapi dalam Sinetron Antara Aku dan Dia Versi KPK dan POLRI, adalah sebuah karya cipta yang nyata berdasarkan realita dan fakta dari sebuah panggung pemerintahan kita yang bobrok yang memberikan pelajaran berharga kepada masyarkat bahwa inilah keadaan Bangsa kita saat ini. Kemudian hasilnya adalah masyarakat dibuatkan statement bahwa jangan pernah percaya akan pemerintahan Bangsa ini, karena semua adalah hasil rekayasa dan kemudian masyarkat dipaksa atau terpaksa harus menyaksikan perseteruan konflik layaknya Sinetron di panggung tokoh besar Bangsa ini.
Mengapa demikian?, karena permasalahan yang terbiaskan ini seolah-olah sudah ada yang merekayasa dan ada skenarionya. Permasalahan yang berawal dari Testimoni Mantan Ketua KPK yang juga tersangka Kasus Pembunuhan Dirut PT Putra Banjaran Nasruddin Zulkarnaen, yaitu Antasari Azhar.Yang kemudian menyeret beberapa rekanan di KPK Bibit dan Chandra.
Peranan Bibit dan Chandra layaknya seperti actor yang tengah difitnah oleh sang penjahat karena adanya dendam pribadi atau permasalahan pribadi. Kemudian timbulah gejolak dari para penonton yang kemudian terucap caci-makian terhadap penangkapan Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah Oleh Polri, serentak Masyarakat menghujam segala tindakan Polri.
Beruntunglah ditengah kerunyaman permasalahan bangsa ini layaknya benang kusut yang sangat sulit diuraikan, kemudian datanglah tokoh yang akan membela kebenaran atas permasalahan yang terjadi di Sinetron Ada Apa Dengan Aku Dan Dia versi KPK dan POLRI ini. Yaitu Tim 8 atau TPF yang diketuai Oleh Adnan Buyung Nasution, Tim ini dibentuk langsung oleh tokoh utama Bangsa ini Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Meredalah amarah para penonton ( rakyat ) dengan adanya Tim ini, setidaknya ini adalah jawaban atas segala amarah rakyat. Dan diharapkan Tim ini dapat mengurai benang yang sudah kusut ini
Kemudian Munculah tokoh lain, yang meramaikan Cerita yaitu Anggodo Widjojo yang tak lain adalah adik kandung Anggoro Widjojo yang juga Pimpinan PT MASARO RADIOKOM, yang juga terlibat sebagai tersangka penggelapan dana di Departemen Kehutanan yang hingga saat ini masih buron.
Munculnya Anggodo dibarengi dengan temuan bukti percakapan yang diperdengarkan bersama-sama di MK. Yang lebih mencengangkan dalam pembicaraan Anggodo dan rekanannya, menyebutkan nama-nama Tokoh besar Bangsa ini yaitu RI-1 yang tak lain adalah Presiden Negeri ini, kemudian Truno 3 yang ditujukan kepada Orang Ketiga dalam jajaran Polri, untuk hal ini adalah KABARESKRIM Susno Duadji, yang disebutkan Bahwa Susno Duadji pernah menerima Uang dari Anggodo. Tetapi ketika Dipanggil Oleh Tim 8, ternyata Bersiap Disumpah bahwa Beliau tidak pernah menerima Uang Sedikitpun dari Anggodo.
Kemudian Timbulah pertanyaan , siapa Sebetulnya sosok Seorang Anggodo Widjojo? Hingga Mampu menyetir Negeri ini. Dan Mengapa sampai saat ini Anggodo tidak dapat ditangkap, seharusnya melalui bukti rekamanan pembicaraan tersebut sudah bisa menjerat adik dari Anggoro Widjojo ini. Karena Sepertinya Anggodo lah yang menjadi kartu As dalam permasalahan ini.
Tetapi kembali lagi ini adalah sinetron, sudah tentu ada yang menyutradarai. Kita Sang penonton hany bisa menyaksikan lewat layer kaca tanpa mampu melakukan apa-apa kecuali mencemooh dan memaki kepada sosok yang menurut persepsi kita benar dalam cerita tersebut.
Tentu jika Cerita antara KPK vs POLRI ini diibaratkan sebuah sinetron, mak pada akhirnya nanti kebenaran pasti akan terungkap, dan yang salah akan menerima ganjaran yang setimpal atas apa yang telah ia perbuat. Itullah harapan dari para seluruh penonton Sinetron Ada Apa Dengan Aku ( KPK) dan Dia (POLRI). Biarlah cerita ini terus bersambung karena telah ada tim penyelamat yaitu Tim 8, yang akan mengungkap kebenaran atas permasalahan ini, hingga akhirnya semua selesai dan terungkap brdasarkan Realita Fakta bukan Sekedar Retorika.
Penonton Boleh Mengeluarkan segala persepsi atas permasalahn ini, kita boleh Pro dan Kontra terhadap KPK dan POLRI, tapi tentu harus ada dasar yang jelas bukan hanya mengikuti ego pribadi atau kedekatan Institusi. Ada baiknya penonton Menyaksikan Sinetron Antara Aku (KPK) dan Dia (POLRI) ini, hingga selesai sampai kita tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, atau mungkin juga mereka adalah korban dari Rekayasa Oknum yang menginginkan Perpecahan terhadap Bangsa Ini.
Untuk mencegah hal tersebut mulai dini jangan sampai kita terbawa oleh suasana yang telah memanas ini, percayakanlah kepada mereka-mereka yang diberikan kepercayaan oleh RI-1 untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi tetaplah kritis dengan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini.
Selamat menyaksikan panggung tontonan karya Cipta Tokoh Besar Negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar